Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 November 2016

Krakatau

Sejarah Meletusnya Gunung Krakatau

Krakatau merupakan salah satu gunung yang berada di propinsi Lampung. Gunung Krakatau ini memiliki anak yang disebut anak Krakatau. Anak Krakatau ini terbentuk karena letusan gunung Krakatau beberapa tahun silam. Krakatau dahulu merupakan kepulauan berupa pegunungan vulkanik aktif yang berada di selat sunda, antara pulau sumatera dan pulau jawa. Gunung Krakatau sudah ada sejak zaman purba dan pernah terjadi letusan. Berdasarkan situs wikipedia,  catatan mengenai letusan Krakatau Purba yang diambil dari sebuah teks Jawa Kuno yang berjudul Pustaka Raja Parwa yang diperkirakan berasal dari tahun 416 Masehi. Isinya antara lain menyatakan:
” Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula…. Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan pulau Sumatera “
Berdasarkan catatan teks jawa kuno tersebut, ketinggian krakatau purba diperkiraan setinggi 2000 m. Wikipedia pun mencatat bahwa letusan krakatau purba ini juga dianggap turut andil atas berakhirnya masa kejayaan Persia purba, transmutasi Kerajaan Romawi ke Kerajaan Byzantium, berakhirnya peradaban Arabia Selatan, punahnya kota besar Maya, Tikal dan jatuhnya peradaban Nazca di Amerika Selatan yang penuh teka-teki. Ledakan Krakatau Purba diperkirakan berlangsung selama 10 hari dengan perkiraan kecepatan muntahan massa mencapai 1 juta ton per detik. Ledakan tersebut telah membentuk perisai atmosfer setebal 20-150 meter, menurunkan temperatur sebesar 5-10 derajat selama 10-20 tahun.
Letusan gunung krakatau purba yang terjadi pada ratusan ribu tahun lalu tersebut, menghancurkan dan menenggelamkan 2/3 bagian krakatau purba. Akibat letusan tersebut, menyisakan 3 pulau, yaitu Pulau Rakata, Pulang Panjang, dan Pulau Sertung. Pertumbuhan lava yang terjadi didalam kaldera rakata membentuk 2 pulau vulkanik baru, yaitu Danan dan Perbuatan.
Krakatau Sebelum 1883
Pada tanggal 27 Agustus 1883, terjadi letusan mahadahsyat (skala VEI/Volcano Eruption Index = 6.0) yang menghancurkan 60% tubuh krakatau di bagian tengah sehingga terbentuk lubang kaldera sepanjang 7 km dan menyisakan 3 pulau kecil, yaitu Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang. Letusan krakatau tersebut dapat terdengar hingga 4600 km. Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencapai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru. Dampak dari letusan gunung krakatau adalah tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 orang dan menimbulkan tsunami. Aktivitas gunung krakatau dimulai sejak tiga bulan sebelumnya. “Terjadilah letusan yang amat dahsyat…gumpalan abu menyembur ke udara setinggi 70 kilometer, dibarengi dengan tsunami. Ombak setinggi 40 meter menyapu habis pantai sebelah Sumatra dan Jawa di kawasan selat Sunda.
Krakatau Setelah 1883
Sejarah Perkembangan Anak Krakatau
Krakatau Setelah 1927
Pada tahun 1927, kurang lebih sekitar 43 tahun setelah gunung krakatau meletus, muncul gunung api dari kaldera purba yang masih aktif. Kecepatan pertumbuhan tingginya sekitar 20 inci per bulan. Setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 20 kaki. Ketinggian anak krakatau saat ini adalah 450 meter. Namun untuk para wisatawan, sejak letusan gunung anak krakatau tahun 2011, para wisatawan tidak dapat pergi ke puncak anak krakatau. Saat ini, para wisatawan hanya dapat mendaki gunung anak krakatau sampai ketinggian sekitar 200 meter / pos terakhir.
Proses kolonisasi jenis tumbuhan dan satwa di Pulau Rakata, Panjang, dan Sertung sudah berjalan cukup lama. Sedangkan untuk di anak krakatau sendiri baru berlangsung pada beberapa puluh tahun kemudian (sekitar 75 tahun kemudian). Di pulau anak krakatau, punggung gunung anak krakatau tidak ada tumbuhan yang hidup karena suhu yang tinggi dan kekurangan air. Namun di daerah tersebut dapat dijumpai tumbuhan pioner seperti gelagah (Saccharum spontaneum) yang bersimbiosis dengan Azospirillum lippoferrum. Pada bagian bawah yang telah ditumbuhi gelagah terjadi proses pelapukan pasir disekitarnya yang kemudian tumbuh jenis Melastoma affine dan tumbuhan jenis lainnya.
situasi-tumbuhan-anak-krakatau
Berdasarkan catatan yang ada, saat ini terdapat beberapa jenis tumbuhan seperti terdapat 206 fungi, 13 jenis lichenes, 61 jenis paku-pakuan, dan 257 jenis spermatophyta. Untuk hewan tercatat ada tikus dan kalong untuk mamalia dan 40 jenis unggas / burung / aves, seperti Centropus bengalensis, Falco severus, Plegadis sp. Hewan reptilia terdapat biawak, penyu, dan ular.
Anak Krakatau, Destinasi Wisata Yang Patut Dikunjungi
Peta Cagar Alam Krakatau
Anak krakatau mulai menjadi primadona bagi para wisatawan domestik, khususnya wisatawan asal Jabodetabek, Banten, dan Lampung. Anak krakatau mulai banyak dilirik karena lokasinya yang tidak begitu jauh dan menawarkan pemandangan yang tidak kalah menarik dibanding Bromo dan Semeru.  Banyak wisatawan yang ingin menjejakkan kakinya untuk melihat lebih dekat anak krakatau, dan mengenal serta menggali informasi dari badan vulkanologi setempat mengenai sejarah krakatau dan perkembangan anak krakatau. Wisatawan biasanya akan mengunjungi beberapa destinasi di pulau-pulau sekitar dekat anak krakatau dan wisatawan dapat menginap (homestay) di pulau Sebesi. Perjalanan dari Pulau Sebesi menuju Anak Krakatau ditempuh sekitar 90-120 menit perjalanan menggunakan kapal.
pantai-anak-krakatau
Saat kapal anda berlabuh di pulau anak krakatau, anda akan melihat pasir pantai yang berwarna hitam. Kemungkinan besar, pasir tersebut merupakan pasir erupsi krakatau. Tidak jauh dari area berlabuh kapal, terdapat tugu cagar alam krakatau dan beberapa rambu dan pengenalan mengenai krakatau.
cagar-alam-krakatau
Perhatikan dengan seksama rambu-rambu peringatan dan larangan yang ada selama anda berkunjung di kawasan world heritage ini. Setiap wisatawan diwajibkan mematuhi setiap peraturan yang berlaku dan menjaga kebersihan kawasan serta tidak membawa dan merusak lingkungan kawasan.
papan-peringatan-anak-krakatau
Perlu diketahui bahwa dikawasan ini tidak ada sinyal selain indosat dan hanya berada di dekat pos pertama (pondok) Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Lampung. Air bersih pun tidak ada. Bila anda ingin buang air kecil dan buang air besar, anda harus mengambil air laut terlebih dahulu untuk digunakan di kamar mandi ala kadarnya yang berada di belakang pondok KSDA Lampung atau menggunakan cara lama dengan menggali lubang dan menutupnya segera setelah selesai. Untuk minum pun, petugas jaga KSDA Lampung, membawa air bersih dan minum yang di stok selama seminggu. Apabila air tersebut kurang, petugas biasanya akan mengambil air bersih dari pulau terdekat seperti mata air Pulau Sertung atau Pulau Sebesi.
Pada anak krakatau, terdapat alat pemantau aktivitas gunung berapi ini. Di kawasan ini, alat pendeteksi tersebut menggunakan tenaga solar cell untuk mengirimkan informasi ke Badan Vulkanologi Lampung dan Pusat. Bila terjadi peningkatan aktivitas gunung anak krakatau, alat pendeteksi ini akan langsung mengirimkan sinyal tersebut. Solar cell yang digunakan ada dua unit dengan dua buah aki yang ditanam didalam tanah.
alat-deteksi-letusan-anak-krakatau
Sayangnya, wisatawan sudah tidak dapat mendaki sampai puncak anak krakatau sejak tahun 2011 karena aktivitas gunung anak krakatau. Ketinggian gunung anak krakatau saat ini sekitar 450 meter sejak kemunculannya pada tahun 1927, atau dengan kata lain estimasi pertumbuhan tinggi anak krakatau sekitar 5-6 meter per tahun. Gunung anak krakatau akan tumbuh setiap tahun karena masih aktif dan adanya aktivitas lava di dalam gunung api ini.
anak-krakatau
Para wisatawan hanya akan dapat mendaki gunung anak krakatau sampai ketinggian sekitar 200 meter yang dapat ditempuh dalam waktu 30-45 menit sampai pos terakhir pendakian. Saat ada pengunjung, biasanya akan didamping petugas dari KSDA Lampung yang ditugaskan selama seminggu secara bergantian di Kawasan Anak Krakatau.
background-gunung-rakata
Dari pos terakhir anak krakatau, anda akan melihat gunung rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang. Pemandangan dari pos terakhir ini pun sangat memanjakan mata. Saat berkunjung, janganlah lupa untuk mengambil beberapa gambar sebagai kenangan selama berada di kawasan world heritage ini.

Matahari

Matahari ~ Benda-benda yang ada di sistem tata surya kita berpusar dalam orbit Matahari. Itulah mengapa Matahari disebut sebagai pusat sistem tata surya kita. Peran Matahari sunggah sangat besar dalam sistem tata surya kita, terutama untuk bumi dan segala isinya. Untuk itu dirasa penting untuk mengenal Matahari lebih dalam.
Matahari merupakan salah satu bintang di dalam Galaksi Bima Sakti yang memiliki fungsi dan peranan paling penting di dalam struktur tata surya. Matahari merupakan bagian dari tata surya yang memiliki ukuran, massa, volume, temperatur, dan gravitasi yang paling besar sehingga Matahari memiliki pengaruh yang sangat besar pula terhadap bendabenda angkasa yang beredar mengelilinginya.Matahari memiliki garis tengah sekitar 1.392.000 km atau sekitar 109 kali garis tengah bumi. Massa atau berat totalnya sekitar 332.000 kali dari berat bumi, volumenya diperkirakan 1.300.000 kali volume bumi, dan temperatur di permukaannya sekitar mencapai 5.000° C, sedangkan temperatur di pusatnya sekitar 15.000.000° C.


Temperatur Matahari yang sangat tinggi menurut Dr. Bethe (1938) disebabkan oleh adanya reaksi inti di dalam tubuh matahari. Ia ber pendapat bahwa dalam keadaan panas dan tekanan yang sangat tinggi, atom-atom di dalam tubuh matahari akan kehilangan elektronelektronnya sehingga kemudian menjadi inti atom yang bergerak ke berbagai arah dengan kecepatan yang sangat tinggi, dan menimbulkan tumbukan antarinti atom dan penghancuran sebagian massanya (massa defect), kemudian berubah menjadi energi panas dan cahaya yang dipancarkan ke berbagai arah.
A. Struktur Matahari
Secara garis besar, struktur Matahari dibagi menjadi tiga, yaitu atmosfer, fotosfer dan barisfer.
1. Atmosfer Matahari
Atmosfer matahari adalah lapisan paling luar dari matahari yang berbentuk gas, terdiri atas dua lapisan, yaitu kromosfer dan korona.
Kromosfer merupakan lapisan atmosfer matahari bagian bawah yang terdiri atas gas yang renggang berwarna merah dengan ketebalan sekitar 10.000 km. Lapisan gas ini merupakan lapisan yang paling dinamis karena seringkali muncul tonjolon cahaya berbentuk lidah api yang memancar sampai ketinggian lebih dari 200.000 km yang disebut prominensa (protuberans).
Korona adalah lapisan atmosfer matahari bagian atas yang terdiri atas gas yang sangat renggang dan berwarna putih atau kuning kebiruan, serta memiliki ketebalan mencapai ribuan kilometer.
Kromosfer dan korona dalam keadaan normal tidak dapat terlihat jelas dari bumi karena tingkat sinar terangnya lebih rendah dari lapisan permukaan matahari. Atmosfer matahari (kromosfer, korona, dan prominensa) dapat terlihat jelas jika bulatan matahari tertutup oleh bulatan bulan pada saat terjadi gerhana matahari total atau melalui pengamatan dengan menggunakan alat yang disebut koronagraf.
2. Fotosfer Matahari
Permukaan (kulit) matahari disebut fotosfer. Dari sinilah datangnya sinar matahari yang dapat kita lihat dari bumi. Temperatur dari lapisan ini adalah 6.000 Kelvin. Permukaan fotosfer bukan merupakan suatu bidang rata, tetapi berbintik-bintik (berbutir-butir), yang disebut granulasi fotosfer.
Fotosfer matahari adalah lapisan berupa bulatan berwarna perak kekuning-kuningan yang terdiri atas gas padat bersuhu tinggi. Pada fotosfer matahari terlihat adanya bintik atau noda hitam berdiameter sekitar 300.000 km. Bahkan ada yang berdiameter lebih besar dari diameter bumi dengan kedalaman sekitar 800 km disebut umbra. Di sekeliling umbra, biasanya terdapat lingkaran lebih terang disebut penumbra. Noda-noda hitam pada matahari secara keseluruhan disebut sun spots.
Pada suhu mencapai 4.000 C, noda-noda matahari tampak gelap, lebih dingin, dan kurang cerah dibandingkan dengan bagian lain dari fotosfer. Bagian dari nida matahari yang berwarna gelap disebut umbra dan yang berwarna lebih terang disebut penumbra.
3. Barisfer Matahari (inti matahari)
Inti matahari adalah bagian dari matahari yang letaknya paling dalam, berdiameter sekitar 500.000 km dengan tingkat temperatur sekitar 15.000.000° C. Pada bagian ini berlangsung reaksi inti yang menyebabkan terjadinya sintesis hidrogen menjadi helium dengan karbon sebagai katalisatornya.
B. Pergerakan Matahari
Matahari tidaklah berada dalam keadaan statis, akan tetapi selalu bergerak dinamis baik individu maupun secara sistem. Adapun gerakan matahari secara garis besar terdiri atas gerak rotasi dan revolusi matahari.
  1. Rotasi matahari 
    Rotasi matahari adalah gerakan matahari berputar pada sumbunya yang berlangsung sekitar 25,5 hari di bagian ekuator dan sekitar 27 hari di bagian kutub matahari untuk satu kali putaran.
  2. Revolusi matahari
    Revolusi Mathari adalah gerakan matahari beserta anggota-anggotanya mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti.
C. Peranan Matahari terhadap Kehidupan di Bumi
Matahari secara langsung atau tidak langsung merupakan sumber energi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Sinar matahari yang sampai ke bumi hanya sekitar setengah milyar dari seluruh hasil energi matahari, hal ini disebabkan letak matahari yang sangat auh dari bumi.
Pengaruh matahari terhadap kehidupan manusia di bumi antara lain, sebagai berikut:
1. Pengaruh sinar inframerah
Sinar inframerah sebagai salah satu spektrum cahaya matahari yang tidak kasat mata sebetulnya memiliki potensi dan efek panas yang terbesar. Pengaruhnya terhadap kehidupan yaitu mempunyai peranan pada terbentuknya siklus air di bumi (sinar inframerah menguapkan air laut, lalu pada saatnya air laut akan mengembun dan turun sebagai hujan).
2. Pengaruh sinar Ultraviolet
Sinar ultraviolet sebagai salah satu spektrum cahaya matahari yang tidak kasat mata sebetulnya memiliki potensi dan efek kimia yang terbesar. Pengaruhnya terhadap kehidupan, antara lain:
  • Memiliki daya pembasmi terhadap bibit penyakit, terutama penyakit kulit.
  • Memberikan energi kepada tumbuhan untuk melakukan proses asimilasi.
  • Sebagai sumber provitamin D yang berfungsi untuk membantu pertumbuhan dan kesahatan tulang manusia.
3. Energi pancaran matahari dapat diubah langsung menjadi energi listrik, yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup manusia.
4. Energi pancaran matahari dapat diubah langsung menjadi energi kalor. Energi kalor dapat digunakan untuk memanaskan air yang berguna untuk mandi air hangat.

Hujan

Hujan merupakan peristiwa alam yang memberi banyak cerita dan inspirasi baik tawa atau tangis. Hujan bisa menjadikan suasana lebih romantis bagi sepasang kekasih. Hujan juga kerap menimbulkan kegusaran hingga duka ketika bencana seperti banjir ikut menyusul kemudian. Bagaimanapun, Hujan adalah simbol keseimbangan alam dan menjadi bukti betapa hebatnya segala hal di bumi ini telah dirancang oleh Sang Pencipta. Lihatlah pada 10 fakta tentang Hujan di bawah ini.

tehmanis.tumblr.com
1. Tetes Hujan
 jatuh dengan kecepatan rata-rata 8 - 10 km/jam. Namun tergantung pada kecepatan angin dan kondisi di wilayah tertentu, bisa mencapai hingga 35 km/jam.

2. Hujan awalnya jatuh sebagai es atau kristal hingga akhirnya menjadi titik-titik air.

3. Diameter setiap tetes hujan bervariasi antara 0,02 inci sampai sekitar 0,031 inci.

4. Air umumnya jatuh ke bumi pada kecepatan rendah, hal ini karena hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepatan lebih rendah. Bayangkan jika tidak terjadi gesekan pada atmosfer, bisa jadi setiap tetes hujan akan menghujam bumi dengan kecepatan tinggi dan menyebabkan banyak kerusakan.

5. Ketinggian minimal awan mendung adalah 1.200 meter dan dapat ditemukan hingga 10.000 meter di langit.

6. Setiap detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari permukaan Bumi.
 
7. Jumlah 16 juta ton air tersebut sama dengan jumlah hujan yang jatuh kembali ke bumi setiap detik. Air bergerak terus dalam siklus yang seimbang, jadi betapa hebatnya keseimbangan alam terjadi di sekitar kita.

8. Curah hujan rata-rata paling banyak terjadi di Cherrapunju, India, yakni sebanyak 26,5 meter (87 kaki).

9. Sementara wilayah yang hampir sepanjang tahun selalu hujan adalah Mt. Waialeale di Kauai, Hawaii. Di tempat ini selama 350 hari per tahun selalu basah oleh hujan.

10. Payung awalnya diciptakan untuk melindungi orang dari panas matahari. 

Senin, 07 November 2016

Gunung Tertinggi di Indonesia

Di Indonesia terdapat banyak gunung. Mulai dari yang berapi sampai yang tidak berapi. Dalam 10 Gunung Tertinggi di Indonesia, di urutan terakhir ada Gunung Slamet yang berada di Kabupaten Purbalingga. Karena merupakan satu satunya gunung di Jawa Tengah yang masuk ke dalam 10 Gunung Tertinggi di Indonesia maka secara otomatis menjadi gunung tertinggi di Jawa Tengah. Sedangkan di posisi pertama dalam daftar 10 Gunung Tertinggi di Indonesia diduduki oleh Puncak Jaya.Berikut adalah penjelasan tentang Gunung Tertinggi di Indonesia Gunung adalah gundukan tanah yang sangat besar dan tinggi (lebih besar dan lebih tinggi dari bukit), yang biasanya digolongkan sebagai gunung adalah gundukan tanah atau bukit dengan ketinggian diatas 600 meter dari permukaan laut.  Indonesia yang merupakan Negara kepulauan terbesar di Dunia ini tentunya memiliki banyak sekali gunung-gunung tinggi yang tersebar dari pulau Sumatera, pulau Jawa, pulau Kalimantan, pulau Sulawesi hingga pulau Papua.
Diantara Gunung-gunung yang terdapat di Indonesia, Gunung Puncak Jaya yang terletak di Pulau Papua merupakan Gunung Tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 4.884 meter dari permukaan laut. Puncak Jaya juga merupakan Gunung Tertinggi di Benua Osenia dan termasuk salah satu dari 7 Puncak Dunia (Seven Summits). Sedangkan Gunung Tertinggi kedua di Indonesia adalah Puncak Mandala yang juga terletak di Pulau Papua dengan ketinggian 4.760 meter.

Daftar 10 Gunung Tertinggi di Indonesia

Berikut ini adalah daftar 10 Gunung Tertinggi di Indonesia beserta ketinggiannya  dan lokasi gunung yang bersangkutan.

1. Puncak Jaya

Ketinggian : 4.884 meter
Pulau : Papua
Provinsi : Papua
Sebutan lain : Cartensz Pyramid
Penakluk Pertama : Anton Colijn, Jean Jacques Dozy dan Frits Wissel (Tahun 1936)

2. Puncak Mandala

Ketinggian : 4.760 meter

Pulau : Papua

Provinsi : Papua
Penakluk Pertama : Herman Verstappen, Arthur Escher, Max Tissing, Jan de Wijn dan Piet ter Laa (Tahun 1959)

3. Puncak Trikora

Ketinggian : 4.750 meter
Pulau : Papua
Provinsi : Papua
Sebutan lain : Wilhelmina Peak (digunakan hingga 1963)
Penakluk Pertama : Franssen Herderschee, Hubrecht and Versteeg (Tahun 1913)

4. Ngga Pilimsit

Ketinggian : 4.717 meter
Pulau : Papua
Provinsi : Papua
Sebutan lain : Mount Idenberg (nama yang digunakan oleh Kolonial Belanda)
Penakluk Pertama : Heinrich Harrer and Philip Temple  (Tahun 1962)

5. Gunung Kerinci

Ketinggian : 3.805 meter

Pulau : Sumatera
Provinsi : Jambi
Sebutan lain : Peak of Indrapura/Indrapoera
Penakluk Pertama : Arend Ludolf van Hasselt en Daniƫl David Veth (Tahun 1877)
Keterangan : Gunung Berapi Tertinggi di Indonesia

6. Gunung Rinjani

Ketinggian : 3.726 meter
Pulau : Lombok
Provinsi : Nusa Tenggara Barat
Keterangan : Gunung Berapi

7. Gunung Semeru

Ketinggian : 3.676 meter
Pulau : Jawa
Provinsi : Jawa Timur
Penakluk Pertama : Clignet (Tahun 1838)
Keterangan : Gunung Berapi

8. Gunung Sanggar

Ketinggian : 3.564 meter

Pulau : Lombok
Provinsi : Nusa Tenggara Barat

9. Gunung Rantemario

Ketinggian : 3.478 meter
Pulau : Sulawesi
Provinsi : Sulawesi Selatan

10. Gunung Slamet

Ketinggian : 3.428 meter
Pulau : Jawa
Provinsi : Jawa Tengah
Keterangan : Gunung Berapi

Tanjakan Cinta Mahameru

Tanjakan Cinta Mahameru adalah salah satu daya tarik bagi para pecinta alam untuk mengunjungi Gunung Semeru. Maka dari itu, bagi sobat pendaki gunung atau pecinta alam, nama Tanjakan Cinta Mahameru pasti sudah tidak asing lagi. Dinamakan sebagai Tanjakan Cinta Mahameru juga memiliki sejarah tersendiri. Dari sejarah Tanjakan Cinta Mahameru tersebut, muncullah berbagai mitos yang dipercayai sampai saat ini. Selain adanya mitos, di Tanjakan Cinta Mahameru tersebut juga seringkali terjadi tragedi.Tanjakan Cinta Mahameru yaitu sebuah tanjakan menuju puncak bukit di sebelah barat danau Ranu Kumbolo di lereng gunung Semeru. 
Ranu artinya danau, sedangkan Kumbolo artinya berkumpul, jadi Ranu Kumbolo mengandung arti tempat berkumpul. Danau ini memiliki ketinggian 2.400 mdpl, berada di lereng gunung Semeru dengan luas sekitar 14 hektare. Sebelum melanjutkan pendakian ke puncak gunung Semeru atau Mahameru, pendaki biasanya beristirahat dan berkumpul di Ranu Kumbolo.
Tidak jauh dari danau Ranu Kumbolo, tepatnya di sebelah barat terdapat bukit yang menjulang tinggi. Bukit ini akan dilewati oleh pendaki yang menuju ke puncak Mahameru, tanjakannya landai namun cukup panjang.
tanjakan cinta ranu kumboloTanjakan ini menyimpan kisah tragedi yang memilukan, yaitu kisah pendaki perempuan yang tewas akibat kelelahan lalu pingsan dan terguling. Konon ada dua sejoli yang mendaki Gunung Semeru, dikisahkan mereka berdua sudah bertunangan. Saat berjalan di tanjakan ini, lelakinya asyik berjalan di depan sambil foto-foto. Sedangkan perempuannya sudah sangat kelelahan dan tiba-tiba pingsan, kemudian terguling hingga tewas. Karena tragedi itulah, tanjakan ini dinamakan tanjakan cinta.
Jika dilihat dari bentuknya, bukit yang berada di antara jalan Tanjakan Cinta memang berbentuk hati. coba perhatikan gambar di bawah ini.
tanjakan cinta gunung semeru
Tidak bisa ditampik, Tanjakan Cinta menyimpan sejuta pesona dan keindahan. Panorama alam yang disuguhkan di lokasi ini sangat menakjubkan. Dari atas bukit kita bisa menyaksikan danau Ranu Kumbolo yang jernih dan bersih diselimuti kabut.
Namun di balik keindahannya, Tanjakan Cinta juga menyimpan mitos yang sangat terkenal yaitu barang siapa yang bisa terus berjalan tanpa berhenti hingga di atas bukit dan tanpa menoleh ke belakang, jika sedang jatuh cinta akan berakhir bahagia.
Beberapa sumber menyebutkan jika kita melewati Tanjakan Cinta sambil membayangkan orang yang kita cintai maka kita akan hidup bahagia bersamanya. Mitos yang berkembang ini diyakini lahir dari kisah tragedi yang menimpa dua sejoli tadi.
Terlepas tragedi dan mitos itu benar atau tidak, yang jelas Tanjakan Cinta di Ranu Kumbolo menyimpan sejuta keindahan yang tidak boleh dilewatkan dalam mengisi waktu liburan.